Kita Anggota Blok Perdagangan Terbesar

Banyak yang tidak menyadari bahwa ternyata kita (warga ASEAN) sudah menjadi blok ekonomi terbesar. Tanggal 15 November 2020 yang lalu RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) sudah ditandatangani oleh masing-masing pemimpin ASEAN, ditambah dengan China, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru. Ini adalah blok perdagangan terbesar yang pernah ada. 30% dari total populasi dunia, 30% dari GDP Global. Karena sedang dalam suasana pandemi, penandatanganan dilakukan secara online di masing-masing negara.

 

Penandatanganan RCEP secara online.
Foto: asean.org


Dengan adanya RCEP ini maka 15 negara tersebut akan sepakat untuk menurunkan bea masuk, dengan demikian barang-barang dari tiap anggota akan bebas bea masuk atau dikenakan tarif yang rendah.

Sudah cukup lama kita berada dalam AFTA (ASEAN Free Trade Area). Bagaimana rasanya? Sebelum ada AFTA banyak ketakutan di masing-masing negara ASEAN bahwa produk mereka akan kalah saing dari negara lain. Ternyata tidak juga. Aman-aman saja. Ekonomi malah semakin membaik.

Tetapi sekarang tantangannya berbeda. Di AFTA partnernya adalah sesama ASEAN, dengan kemampuan yang tidak berbeda jauh. Dengan masuknya China - dengan kapasitas produksi yang luar biasa banyak dan dengan harga murah -  apakah semuanya akan tetap aman-aman saja?

RCEP Summit 2019 at Bangkok, Thailand.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

India tidak ikut dalam blok RCEP. Mereka khawatir bahwa RCEP ini akan menjadi terlalu China-centric. India khawatir negerinya dibanjiri oleh barang-barang impor (terutama barang-barang dari China). Selain itu, mereka juga khawatir produk susu mereka kalah bersaing dengan produk dari Australia dan Selandia Baru.

Dengan adanya resiko ini (membanjirnya barang-barang dari China), mengapa ASEAN tetap membentuk RCEP? Apa manfaatnya ?

Salah satu manfaat paling penting adalah : Pemulihan ekonomi. Harus diingat bahwa sekarang ekonomi di seluruh dunia sedang dalam masa tidak baik karena pandemi. Adanya RCEP ini menjadi harapan bahwa ekonomi masing-masing negara akan membaik lebih cepat. 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Kode Telepon Negara-negara ASEAN

Mengenal Angkor Wat