Perdamaian adalah produk terbaik ASEAN


Banyak orang tidak paham tentang ASEAN dan menganggap bahwa ASEAN tidak ada gunanya. Ketika ditanyakan pertanyaan “Apakah manfaat ASEAN bagi anda?”  Bisa jadi ada yang menjawab  “Tidak tahu”, “Tidak ada pengaruhnya”,”Sama saja ada ASEAN atau tidak.” 


Apa benar begitu ?

Prof. Kishore Mahbubani - mantan duta besar Singapura di PBB - mengatakan bahwa produk terbaik ASEAN adalah perdamaian. Bahkan “seandainya” ASEAN tidak menghasilkan apa-apa selain perdamaian, itu sudah cukup. Kita tidak bisa melakukan kegiatan lainnya jika perdamaian tidak ada. 

Pada saat ASEAN didirikan, suasana di Asia Tenggara sangat menegangkan. Indonesia baru berkonfrontasi dengan Malaysia, Singapura baru merdeka, perang Vietnam juga masih berlangsung. Prof Mahbubani hadir saat pendirian ASEAN. Dia bercerita bahwa suasana di waktu awal perundingan begitu tegang karena banyak kecurigaan di antara mereka. Sangat jauh berbeda dengan sekarang, dimana suasana perundingan begitu cair dan rileks.

( Prof. Kishore Mahbubani, source : Wikipedia )

Ada pendapat bahwa Asia Tenggara adalah kawasan yang paling bervariasi di planet ini. Ada bisa menemukan aneka ragam etnik, aneka ragam kepercayaan hidup berdampingan. Ada ratusan juta orang dari berbagai latar belakang menghuni daerah ini. Ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konfusius, Taoisme dan kepercayaan lainnya. Dahulu mungkin tidak terbayang bahwa negara komunis bisa hidup berdampingan bersama dengan negara kesultanan islam.

Menurut Prof Mahbubani,  saat ini ASEAN masih di level “zero war”. TIdak ada perang yang terjadi diantara negara-negara ASEAN, tetapi kemungkinan perang masih ada. Tujuan berikutnya adalah “Zero prospect of war”. Pada tahap ini, benar-benar tidak ada kemungkinan untuk berperang di antara sesama negara ASEAN.

Ingat!! Perdamaian itu tidak ada dengan sendirinya. Ada banyak orang yang bekerja demi mewujudkan dan menjaga perdamaian itu.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Kode Telepon Negara-negara ASEAN

Kita Anggota Blok Perdagangan Terbesar

Mengenal Angkor Wat