Sejarah Kode Telepon Negara-negara ASEAN






Banyak dari kita sudah hafal diluar kepala tentang nama-nama negara anggota ASEAN. Tapi apakah kita tahu berapa kode negara untuk masing-masing negara ASEAN? Mengapa kode Negara di ASEAN awalnya ada yang 6, 8 dan 9? Mengapa ada negara yang kode teleponnya 2 digit , tetapi  ada pula yang 3 digit?

Tidak ada ruginya kita mengetahui lebih lanjut tentang dunia perteleponan di ASEAN. Yuk kita lanjut!

Perangkat telepon ditemukan tahun 1870an, tetapi konsep kode negara baru diterapkan sekitar tahun 1960an. Pada tahun 1960, organisasi ITU (International Telecommunication Union) menerbitkan pedoman standardisasi kode negara, yang dimuat dalam laporan yang dikenal sebagai Red Book. Pada saat itu kode negara sebagian besar hanya mencakup negara-negara Eropa dan tidak lebih dari dua digit.

Di tahun 1964, aturan ini dirapikan melalui buku panduan baru, Blue Book. Panduan ini membagi dunia dalam 9 zona besar, dan kode negara mengikuti nomor zona tersebut. Zona 1 , 2 dan seterusnya sampai zona 9. Sebagian besar negara-negara ASEAN ada di zona 6 (kode telepon berawalan 6). Tapi ada juga negara asean yang berada di zona 8 dan 9.


Zona 6


Zona 8

Malaysia

+60

Vietnam

+84

Indonesia

+62

Cambodia

+855

Philippines

+63

Laos

+856

Singapore

+65


Thailand

+66

Zona 9

Brunei

+673

Myanmar

+95




Mengapa di ASEAN ada yang kode negara berawalan 6,8 dan 9 ?

Lihat gambar berikut. Disini terlihat bahwa negara-negara anggota ASEAN tidak dikelompokkan dalam area yang sama. Perlu diingat bahwa ASEAN didirikan tahun 1967, sedangkan pengelompokan kode negara ini dilakukan pada tahun 1964 (sebelum ASEAN berdiri). Karena itu bisa dipahami bahwa negara-negara di ASEAN tidak  memiliki nomor awalan yang sama.



Disini terlihat bahwa Malaysia, Indonesia, Filipina, Singapura, Thailand dan Brunei dikelompokkan di area-area dengan awalan 6. Yaitu Asia Tenggara dan Oceania.

Pada tahun 1964 sepertinya konsep tentang Asia Tenggara masih berbeda dengan sekarang. Vietnam, Cambodia dan Laos dianggap bagian dari negara-negara Asia Timur. Oleh karena itu diberi kode berawalan 8, bersama dengan Cina, Korea dan Jepang.

Myanmar adalah satu-satunya negara di ASEAN dengan kode negara berawalan 9. Myanmar sebelumnya adalah bagian dari British India. Karena itu kode negara Myanmar berawalan 9, bersama dengan negara-negara seperti India dan Pakistan. (Myanmar  +95 , India +91, Pakistan +92). Kode +9 ini dialokasikan untuk negara-negara Timur Tengah dan Asia Selatan.


Mengapa Brunei, Cambodia dan Laos kode negaranya 3 digit, sedangkan negara ASEAN lain 2 digit ?

Pada saat kode negara ini disusun, pesawat telepon masih belum seperti sekarang (yang amat mudah digunakan). Pesawat telepon yang lazim digunakan saat itu adalah pesawat telepon putar. Generasi tua kemungkinan pernah akrab dengan pesawat telepon jenis ini.




Dengan menggunakan perangkat telepon kuno, tentu akan sangat merepotkan kalau nomor telponnya sangat panjang. Pada saat itu, para pembuat kebijakan berharap bahwa nomor telepon tidak akan lebih dari 11 digit. Dengan demikian, negara-negara yang penduduknya sedikit akan mendapat 3 digit  kode negara. Lainnya akan mendapat 2 digit. Tentu saja itu adalah pertimbangan dimasa lalu, belum terbayang bahwa satu orang bisa menggunakan beberapa nomor telepon.


Sekedar informasi tambahan. Hanya sedikit negara dengan kode satu digit. Kode +1 dimiliki bersama oleh Amerika Serikat dan Kanada. Kode +7 dimiliki bersama Rusia dan Kazakhstan. Sebelumnya kode +7 ini dimiliki oleh Uni Soviet. Dengan bubarnya Uni Soviet maka para negara pecahannya menggunakan kode masing-masing. Hanya Rusia dan Kazakhstan yang menggunakan kode +7.






Postingan populer dari blog ini

Kita Anggota Blok Perdagangan Terbesar

Mengenal Angkor Wat