Dayak Iban. Satu Budaya, Tiga Negara.

Suku Iban, atau Dayak Iban adalah salah satu cabang dari suku Dayak. Suku Dayak Iban tersebar di bagian utara Kalimantan Barat (Indonesia), Sabah dan Sarawak (Malaysia) serta Brunei Darussalam. Secara linguistik, bahasa Dayak Iban sangat erat kaitannya dengan bahasa Melayu.

Menurut mitos dan legenda, orang Iban hidup di sekitar muara sungai Kapuas. Tapi mereka secara perlahan pindah ke bagian hulu..

Suku Iban membentuk persentase terbesar dari populasi Sarawak. Salah satu keturunan Dayak Iban yang terkenal adalah Henry Golding. Lahir di Sarawak, dia dikenal karena perannya dalam film blockbuster Hollywood "Crazy Rich Asian".

Henry Golding. Foto:Discovery Channel.

Salah satu ciri suku Dayak Iban adalah penggunaan tato yang mencolok. Dalam bahasa Dayak Iban, tato disebut sebagai "uker / ukir" atau "pantang". Dibandingkan dengan tato dari sub-suku lain, seperti Dayak Kayan, tato Dayak Iban cenderung lebih "kasar" , lebih besar ukurannya dan tidak terlalu rumit. Tato melambangkan pengalaman hidup seseorang. Semakin banyak pengalaman berarti semakin banyak pula tato di tubuh.

Menurut salah satu seniman tato tradisional, arwah biasanya datang ke seorang Dayak Iban dalam mimpi sebelum dia mendapatkan tato tradisional. Dia akan berkonsultasi dengan sesepuh suku.  Kemudian mereka akan menentukan pola tato yang sesuai dengan mimpinya.


Ukir Rekong (tato leher) dengan desain Lachau (kadal). Hiasan di bagian samping adalah sepasang Bunga Besi. (Foto: Borneo Ink Tattoo)


Henry Golding dengan tato  'Bunga Terung'.  (Foto: RojakDaily)


Didominasi warna merah, yang membedakan suku Dayak Iban dengan sub suku Dayak lainnya adalah adanya hiasan kepala logam di pakaian adat untuk wanita. Suku Dayak Iban memiliki kain tenun dengan motif yang sangat khas, ditambah dengan bulu burung enggang dan hiasan kepala di kepalanya.

Busana Tradisional Suku Dayak Iban, Sarawak - Malaysia. Foto : Mohd Adnan Mahmood, Pinterest


Angeline Fremalco (anggota DPRD dari Provinsi Kalimantan Barat) menggunakan busana Dayak Iban Kapuas Hulu. Foto: Tribun Pontianak



Gadis suku Dayak Iban di Temburong, Brunei Darussalam. ( Foto: Flickr )

Suku Dayak Iban tradisional tinggal di rumah panjang (Rumah Panjang / Rumah Betang). Seluruh desa bisa tinggal di bawah satu atap dimana keluarga ditempatkan di ruangan yang berbeda. Rumah panjang dibangun dari kayu di atas panggung dan dengan disediakan ruang untuk ternak di bawahnya.

Rumah Panjang di Sarawak. (Foto: Borders of Adventure)


Pemuda-pemudi Dayak Iban dari Sungai Utik (Kalimantan Barat - Indonesia) sedang menampilkan tarian tradisional. Di latar belakang adalah rumah panjang mereka. Foto: Yani Saloh/ Mongabay Indonesia.


Setiap rumah panjang dipimpin oleh seorang ketua. Biasanya ketua rumah panjang ditunjuk oleh anggota kelompok mereka sendiri. Kriteria pemilihan ketua meliputi kualitas kepemimpinan dan keberhasilan dalam hidup.

Apai Janggut (Ketua Rumah Panjang) sedang membaca di dalam rumah mereka di Sungai Utik, Kalimantan Barat. Foto: Yani Saloh/ Mongabay Indonesia.

Masyarakat Sungai Utik adalah bagian dari suku Dayak Iban yang ada di Kalimantan Barat.Terkenal sebagai komunitas penjaga hutan, komunitas dan leluhurnya tinggal di dusun Sungai Utik selama lebih dari 130 tahun, sebelum pindah ke rumah panjangnya yang sekarang. Mereka mengelola sekitar 9.500 hektar tanah di dekat sumber Sungai Utik. Dua pertiga dari tanah ini ditutupi oleh hutan hujan yang masih asli.

Upaya mereka untuk mengelola hutan secara berkelanjutan dalam menghadapi deforestasi skala besar di Kalimantan telah memenangkan beberapa penghargaan. Pemerintah Indonesia memberikan penghargaan Kalpataru pada Juli 2019. Pada bulan September di tahun yang sama, mereka juga mendapatkan penghargaan Equator Prize dari United Nations Development Programme (UNDP).


Perwakilan suku Dayak  Iban dari Sungai Utik menerima the Equator Prize dari perwakilan UNDP, Nikolaj Coster-Waldau (Photo: Tina Saloh) 


  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Kode Telepon Negara-negara ASEAN

Kita Anggota Blok Perdagangan Terbesar

Mengenal Angkor Wat