Suku Tidung, dari Indonesia dan Malaysia

Suku Tidung (Tidong) adalah suku asli yang berasal dari Kalimantan bagian timur laut dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Mereka tinggal di kedua sisi perbatasan Malaysia dan Indonesia.

Nama Tidung diambil dari kata "tiding" atau "tideng" yang artinya gunung atau bukit. Namun sebagian besar masyarakat Tidung tinggal di wilayah pesisir.

Kebangkitan Kesultanan Tidung Muslim membentuk karakter masyarakat Tidung. Mereka secara kolektif dikenal sebagai orang Dayak Kalimantan yang mengalami proses "Melayunisasi" (Dayak-Melayu). Sama halnya dengan kelompok Muslim asli pesisir Kalimantan lainnya, seperti orang Bulungan, Kutai, Banjar dan Paser. Kebanyakan orang Tidung menganggap diri mereka sebagai orang Melayu karena hubungan yang lebih kuat dengan identitas Melayu-Muslim.


Sepasang pengantin suku Tidung dari Kalimantan Utara, Indonesia. Foto: Photo: Indozone

Pada acara-acara formal seperti pernikahan atau perayaan lainnya, orang dari suku Tidung menyukai menggukan busana berwarna kuning.  Warna ini melambangkan kemulyaan dan kejayaan.  



Pasangan suku Tidung dari Tawau, Sabah - Malaysia. Foto : Festival Kebudayaan Antarabangsa Tawau / Facebook


Ini adalah foto Izzam Athaya dari Tarakan, Kalimantan Utara - Indonesia. Wajahnya menghiasi edisi khusus dari Mata Uang Rupiah (Indonesia). Foto: Kumparan


Seorang gadis suku Tidung dari Tawau, Sabah - Malaysia. Foto: @mytawau - Facebook


Gadis-gadis suku Tidung dari Nunukan, Kalimantan Utara - Indonesia. Foto: Detik




Gadis suku Tidung dari Beluran, Sabah - Malaysia. Foto: Menarik di Beluran / Facebook



Rumah Traditional suku Tidung di Tarakan, Kalimantan Utara - Indonesia. Foto: Norhamidah Sabran


Padau Tuju Dulung.   Foto: Kompasiana


Meskipun sebagian besar orang Tidung menganggap diri mereka adalah orang Melayu, beberapa kelompok dari mereka masih melakukan tradisi seperti suku Dayak. Contohnya adalah Padaw Tuju Dulung (secara harfiah berarti Perahu Tujuh Arah), ini adalah upacara masyarakat Tidung dari Tarakan untuk mengucapkan terima kasih.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Kode Telepon Negara-negara ASEAN

Kita Anggota Blok Perdagangan Terbesar

Mengenal Angkor Wat